Indonesia juara perdana FIFA ASEAN Cup setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti di SUGBK
Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Senin 5 Oktober, berakhir 2-2 setelah perpanjangan waktu dan dimenangkan Indonesia 4-2 lewat adu penalti (RCTI+, Investortrust, Akurat). Laporan menyebut skor 1-1 di waktu normal setelah Dean James membuka skor dari tendangan bebas yang membelok pada menit ke-82. Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul di menit ke-111, Elkan Baggott menyamakan di menit ke-115. Di adu penalti Kevin Diks, Dean James, Baggott dan Shayne Pattynama mencetak gol; Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal, dan Emil Audero menggagalkan satu tendangan. Ini gelar pertama di turnamen edisi perdana dan mengakhiri puasa 35 tahun timnas senior.
Gelar ini memutus penantian panjang dan datang di kandang sendiri, di depan presiden. Indonesia juga belum pernah menang di final turnamen antarnegara Asia Tenggara sebelumnya, menurut laporan itu.
Bagi pencinta bola, ini momentum untuk liga dan program pembinaan. Tidak ada efek langsung pada harga atau layanan.
Kemenangan adalah hasil kerja tim yang lebih lengkap dengan pemain keturunan dan kiper berpengalaman, dan layak dirayakan sebagai pencapaian bersejarah.
Satu turnamen belum membuktikan kualitas jangka panjang; ambisi Piala Dunia butuh liga domestik yang kuat, bukan hanya pemain naturalisasi.
Final yang diselesaikan lewat penalti menunjukkan batas tipis antara juara dan runner-up. Yang layak dipantau adalah apakah momentum ini diterjemahkan menjadi pembinaan usia muda dan jadwal liga yang sehat, bukan hanya bonus dan seremoni.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 2 · Edisi Pagi · Sel, 6 Okt 2026