Dunia · Energi · Pers ✓ 4 media

OPEC+ menahan target produksi November, minyak WTI turun 1,84% ke US$89,43

Tujuh negara inti OPEC+ bertemu daring pada 4 Oktober dan mempertahankan target produksi November di level September, total sekitar 31,01 juta barel per hari (detik, JawaPos, Enerdata, ARY News). Produksi negara Teluk masih di bawah target karena perang dan gangguan ekspor, dan sumber Reuters yang dikutip satu laporan menyebut perubahan kecil kemungkinan sebelum 2027. Rapat berikutnya 1 November. WTI ditutup US$89,43 per barel (−1,84%) pada Senin, S&P 500 naik 0,66% ke 7.773,95 dan emas turun 0,13% ke US$4.156,8 (data pasar).

Pasokan OPEC+ yang datar di tengah gangguan Selat Hormuz menjaga harga minyak tinggi, dan itu menekan biaya impor energi Indonesia.

Harga BBM bersubsidi aman sampai akhir tahun, tetapi BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite bisa naik bila minyak bertahan tinggi.

Menahan produksi menjaga stabilitas harga saat pasokan Teluk belum pulih sepenuhnya.

Konsumen impor menanggung harga tinggi, dan jeda produksi memperpanjang ketergantungan pada cadangan strategis.

Keputusan ini hampir pasti, jadi kabar yang menggerakkan harga berikutnya adalah Hormuz dan cadangan G7. Pantau selisih Brent dan WTI serta rapat 1 November.

DailyDrop Edisi Indonesia No. 2 · Edisi Pagi · Sel, 6 Okt 2026

Baca halaman depan hari ini →