Dunia · Energi · Geopolitik · Pers ✓ 4 sumber

Minyak melonjak setelah laporan opsi serangan AS ke Iran, lalu turun saat Trump menyatakan tak akan menyerang sebelum pemilu sela

Harga minyak naik pada 8 Oktober setelah The Atlantic melaporkan Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan ke Iran sebelum pemilu sela. Brent naik sekitar 4,4% ke US$104,60 dan WTI naik 3,60% ke US$91,50 (data pasar); satu ringkasan menulis WTI US$92,19. Badai yang menutup sebagian produksi AS ikut disebut. Trump kemudian menyatakan AS tak akan menyerang sebelum 3 November dan menyebut 'pembicaraan produktif' (Al-Monitor, oilprice.com). S&P 500 turun 0,47% ke 7.765,36 dan emas naik 0,20% ke US$4.157,0.

Ketidakpastian soal serangan membuat harga minyak sangat peka pada setiap kabar.

Harga minyak tinggi berarti tekanan pada kurs dan BBM nonsubsidi, bukan pada BBM bersubsidi yang dijanjikan tetap sampai akhir tahun.

Menyatakan tak akan menyerang menurunkan risiko jangka pendek dan menenangkan pasar.

Penundaan sampai setelah pemilu bukan solusi, dan pernyataan bisa berubah.

Dua kabar bertentangan dalam sehari menunjukkan risiko berita. Pantau konfirmasi dari Pentagon dan arah Brent di atas atau di bawah US$100.

DailyDrop Edisi Indonesia No. 5 · Edisi Pagi · Jum, 9 Okt 2026

Baca halaman depan hari ini →