Prabowo luncurkan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau Rp180 triliun di Weda Bay, Halmahera Tengah
Prabowo meluncurkan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau Rp180 triliun di IWIP, Halmahera Tengah, pada 8 Oktober (CNBC Indonesia, Bisnis, detik, Liputan6, IDN Times, Monitor Indonesia). Terdiri atas ekspor pertama baterai kendaraan listrik, empat proyek komersial sekitar US$3,4 miliar dan tujuh proyek baru sekitar US$6,8 miliar (IDN Times). Investasi terealisasi di IWIP lebih dari US$20 miliar dengan US$7 miliar direncanakan. Bahlil mendampingi; Prabowo menitipkan agar pengusaha menjaga lingkungan dan air.
Hilirisasi nikel adalah strategi inti pemerintah untuk menaikkan nilai ekspor dan menarik investasi industri baterai.
Bagi warga Maluku Utara, proyek ini membawa lapangan kerja tetapi juga risiko lingkungan; bagi ekonomi nasional, ekspor baterai bisa menambah devisa.
Hilirisasi menambah nilai tambah dalam negeri dan membuka lapangan kerja di luar Jawa.
Skala industri nikel menimbulkan kekhawatiran deforestasi, pencemaran air dan ketergantungan pada modal asing.
Angka investasi besar belum sama dengan manfaat. Pantau serapan tenaga kerja, kajian dampak lingkungan dan nilai ekspor baterai pada kuartal berikutnya.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 5 · Edisi Pagi · Jum, 9 Okt 2026