Ledakan terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu malam 14 Oktober (Republika, detikcom, Liputan6, Antara). Dua orang tewas dan jenazah ditemukan di bawah reruntuhan (detikcom). Jumlah korban luka berbeda: Republika mencatat 12 korban termasuk dua yang meninggal, detikcom menulis 11 sampai 12 luka. Empat blok ruko rusak (Republika, Liputan6). Lokasinya gudang penyimpanan dan pengepakan buah; Republika menulis Puslabfor menduga asalnya ruang pematangan buah. Polisi menemukan etilen 52 kg (detikcom, detikNews) dan memastikan ledakan bukan bom (Liputan6, detikcom). Puslabfor mengolah TKP pada Kamis, 18 CCTV diamankan, dan Polda Metro Jaya menunggu hasil laboratorium (Antara). BGN membantah bangunan itu SPPG (Republika).
Ledakan di kawasan padat dengan bahan mudah terbakar menunjukkan risiko penyimpanan gas industri di dekat permukiman dan toko, dan penyebab yang jelas menentukan siapa yang bertanggung jawab.
Warga sekitar Cimanggis sebaiknya mengikuti arahan polisi soal garis pengaman dan bangunan yang rusak. Pelaku usaha yang menyimpan gas atau bahan mudah terbakar perlu memeriksa izin, ventilasi dan kondisi tabung.
Temuan etilen 52 kg dan lokasi gudang buah mengarah ke kecelakaan industri, bukan serangan, seperti disampaikan polisi.
Etilen baru temuan awal; penyebab pasti, kepemilikan gudang dan kaitannya dengan pemasok program makan bergizi masih harus dibuktikan Puslabfor.
Jangan menyimpulkan lebih jauh daripada polisi. Tiga hal akan menentukan cerita ini: hasil Puslabfor, status izin penyimpanan gas di gudang itu, dan apakah ada tersangka. Perbedaan angka korban luka juga perlu diseragamkan oleh data resmi rumah sakit atau polisi.
Republika, detikcom, detikNews, Liputan6, Antara (14–15 Okt 2026)
Ledakan di Pasar Cimanggis tewaskan dua orang dan lukai 10 hingga 12 lainnya; polisi temukan etilen 52 kg, pastikan bukan bom, penyebab menunggu PuslabforLedakan di Pasar Cimanggis tewaskan dua orang dan lukai 10 hingga 12 lainnya; polisi temukan etilen 52 kg, pastikan bukan bom, penyebab menunggu Puslabfor
Ledakan Rabu malam 14 Oktober terjadi di gudang buah di kawasan pasar dan merusak empat blok ruko. Polisi mengamankan 18 CCTV dan menunggu hasil laboratorium forensik; Badan Gizi Nasional membantah bangunan itu dapur program makan bergizi.
Ledakan keras mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu malam 14 Oktober, menurut Republika, detikcom, Liputan6 dan Antara. Dua orang tewas; detikcom menulis jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Jumlah korban luka berbeda antarlaporan: Republika mencatat 12 korban termasuk dua yang meninggal, sedangkan detikcom menulis dua tewas dan 11 luka, dan di laporan lain 12 luka. Karena itu DailyDrop memakai kisaran 10 sampai 12 orang luka sampai ada angka resmi.
Empat blok ruko rusak, menurut Republika dan Liputan6. Lokasi ledakan adalah gudang penyimpanan dan pengepakan buah, kata Republika dan detikcom, dan Republika menulis Puslabfor menduga sumbernya ruang pematangan buah. Polisi menemukan gas etilen 52 kilogram di lokasi, menurut detikcom dan detikNews; Liputan6 menyebut ada temuan tabung etilen. Sebelumnya detikcom sempat menulis ledakan diduga berasal dari tabung gas, jadi temuan etilen belum sama dengan kesimpulan resmi tentang penyebab.
Polisi memastikan ledakan itu bukan bom, menurut Liputan6 dan detikcom. Tim Gegana dan teknisi bom dikerahkan ke lokasi pada Rabu malam, kata detikNews dan Republika, dan Polda Metro Jaya mengirim Tim DVI untuk menangani korban, menurut Antara. Pada Kamis 15 Oktober Puslabfor Bareskrim mengolah TKP, dan Antara menulis polisi mengamankan 18 CCTV. Polda Metro Jaya menunggu hasil Puslabfor untuk menentukan penyebab pasti, kata Antara.
Muncul pula pertanyaan soal program makan bergizi gratis. Republika menulis polisi mendalami kemungkinan ledakan berasal dari gudang pasokan SPPG. Juru bicara BGN Tysa Novenny membantah: bangunan yang meledak bukan SPPG, kata Republika. DailyDrop belum melihat penjelasan polisi tentang hubungan gudang itu dengan pemasok dapur program tersebut, jadi kaitannya belum terkonfirmasi.
Dua korban luka bakar berat dirawat lanjutan di RSU Pamulang, menurut Republika. Seorang warga bercerita kepada detikcom bahwa ledakan terasa seperti mengangkat tubuhnya. Bagi pembaca, pelajarannya praktis: penyimpanan gas industri dan bahan mudah terbakar di kawasan padat membutuhkan izin, ventilasi dan pemeriksaan tabung yang rutin. Yang perlu ditunggu dari sumber berikutnya adalah hasil Puslabfor, siapa pemilik dan pengelola gudang, apakah gas disimpan sesuai izin, dan apakah polisi menetapkan tersangka. Sampai edisi ini ditutup, belum ada yang diumumkan.