Hukum · Korupsi · ✓ 6 media · total kerugian negara belum diumumkan

KPK tetapkan adik eks Kepala BNPB dan empat orang lain tersangka, dana bencana diduga dipakai membeli saham

KPK menetapkan Bima Setiawan dan empat orang lain sebagai tersangka dugaan korupsi dana bencana di BNPB. Bima adalah adik mantan Kepala BNPB. KPK menyebut dana yang dipersoalkan adalah Dana Siap Pakai untuk penanganan karhutla dan gempa di Nusa Tenggara Timur. Enam media melaporkan dugaan bahwa dana itu dipakai membeli saham. Barang bukti yang disita dilaporkan Rp5,47 miliar oleh satu media dan Rp5 miliar oleh media lain. KPK tidak menerapkan pasal ancaman pidana mati dan menyatakan penyidik terbatas waktu. Pesan KPK soal bancakan dimuat sebagai peringatan agar Dana Siap Pakai tidak disalahgunakan. Media melaporkan lima tersangka, namun peran masing-masing belum dipaparkan.

Dana Siap Pakai dirancang supaya bisa keluar cepat saat bencana, sehingga korban dan pemerintah daerah bergantung pada kelancarannya. Jika sebagian dialihkan, yang tertunda adalah logistik, pemadaman, dan bantuan bagi warga yang terdampak. Selain logistik, pemadaman lahan dan evakuasi juga bergantung pada kas darurat, sehingga keterlambatan satu pos bisa merambat ke pos lain.

Pantau rilis KPK berikutnya dan bandingkan angka dari beberapa media sebelum membagikan satu angka saja. Jika Anda tinggal di daerah rawan bencana, tanyakan ke pemda bagaimana laporan penggunaan dana bantuan diumumkan. Anda juga bisa meminta pemerintah daerah mengumumkan realisasi dana bencana secara berkala.

Pasal hukuman mati ada di undang-undang, tetapi tidak dipakai di perkara yang justru melibatkan uang untuk korban bencana. Publik berhak menunggu penjelasan yang lebih dari soal waktu penyidik. Hukum menyediakan pasal untuk korupsi saat bencana; pertanyaannya apakah ia akan dipakai.

DailyDrop Edisi Indonesia No. 14 · Edisi Pagi · Min, 18 Okt 2026

Baca halaman depan hari ini →