Bupati Manggarai prioritaskan membangun kembali rumah lansia yang rusak akibat gempa Agustus
Bupati Manggarai Herybertus Nabit menyatakan pemerintah daerah memprioritaskan rekonstruksi rumah lansia pascagempa, menurut Antara dan Republika. Ia menyampaikannya di posko darurat Ruteng pada Minggu malam 18 Oktober. Data yang dikutip Antara mencatat 34.622 rumah terdampak gempa Agustus 2026, dengan 2.220 rumah rusak berat. Dari 1.054 orang yang tergolong sangat rentan di pengungsian, 265 adalah lansia. Koran Jakarta melaporkan rumah yang dibangun kembali akan memakai konsep tahan gempa. Bupati beralasan lansia telah kehilangan kemampuan bekerja dan dana untuk membangun sendiri, dan menyebut pembangunan kembali sebagai cara memulihkan harapan mereka. BNPB sebelumnya mencatat 77.912 rumah rusak akibat gempa di sejumlah kabupaten NTT, menurut Metro TV.
Lansia di pengungsian menghadapi risiko kesehatan lebih besar dan lebih sulit mengikuti proses pendataan serta bantuan berbasis aplikasi atau antrean. Memprioritaskan mereka mengubah urutan pembangunan hunian tetap.
Keluarga yang punya anggota lansia di wilayah terdampak perlu memastikan nama dan alamat tercatat dalam data penerima bantuan. Bagi donatur, kebutuhan hunian lansia kini disebut jelas.
Pemerintah daerah menilai kelompok yang paling tak mampu membangun sendiri harus didahulukan dan rumahnya dibuat tahan gempa.
Laporan Asia News Network dan Metro TV tentang pemulihan NTT menyoroti warga yang lima hari setelah gempa masih membangun tenda seadanya dan proses verifikasi kerusakan yang belum selesai, sehingga kelompok lain juga menunggu giliran.
Yang pasti adalah pernyataan prioritas dan angka kerusakan dari pemerintah daerah. Yang belum pasti adalah jadwal pembangunan, sumber dana, dan jumlah rumah lansia yang akan dibangun lebih dulu. Pantau pengumuman anggaran rekonstruksi dari BNPB.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 15 · Edisi Pagi · Sen, 19 Okt 2026