Unjuk rasa biaya hidup di Prancis berujung kerusuhan, balai kota Limoges terbakar dan lebih dari 2.000 orang ditahan
Unjuk rasa menentang naiknya biaya hidup berlangsung di Prancis pada Sabtu 17 Oktober, menurut i24NEWS, CNN, France 24, Al Jazeera, LBC, dan CBC. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut sekitar 550.000 peserta, sementara CGT menyebut 800.000, menurut CNN dan detikcom. France 24 melaporkan balai kota Limoges terbakar dan sebagian besar hilang, menurut prefek Maurice Barate. Di Paris, massa merusak bank dan menjarah beberapa toko, menurut Al Jazeera. Perdana Menteri Lecornu menyebut sekitar 1.200 orang ditangkap, lalu Nunez menyebut hampir 1.800 dan LBC melaporkan lebih dari 2.000. Jumlah aparat terluka disebut lebih dari 150, lebih dari 500, lalu lebih dari 600 dalam laporan yang berbeda waktu. Macron dijadwalkan berpidato Minggu malam.
Biaya hidup yang naik menyentuh hampir semua rumah tangga, sehingga demonstrasi yang berawal damai mudah menarik peserta dari banyak kelompok. Kerusuhan yang meluas ke kota selain Paris menekan pemerintah untuk merespons di dua front sekaligus, ketertiban umum dan tuntutan ekonomi.
Untuk warga Indonesia di Prancis atau yang berencana ke sana, KBRI Paris adalah rujukan resmi; Kemlu RI menyatakan sejauh ini tidak ada WNI terlibat, menurut detikcom. Cek imbauan perjalanan terbaru sebelum berangkat.
Pemerintah Prancis menyalahkan kelompok kiri radikal dan para penjarah, dan Macron menyatakan pelaku akan dituntut dan dihukum. Lecornu dan Nunez menekankan jumlah penangkapan dan aparat yang terluka.
Penyelenggara dan serikat seperti CGT menekankan bahwa ratusan ribu orang turun ke jalan karena biaya hidup dan layanan publik, dengan angka peserta lebih tinggi dari perhitungan kementerian. Al Jazeera dan CNN menggambarkan unjuk rasa itu dipimpin kalangan muda.
Yang terkonfirmasi: kebakaran balai kota Limoges, penjarahan di Paris, dan penangkapan lebih dari 2.000 orang. Yang masih bergerak: jumlah korban dan penangkapan. Hal yang perlu dilihat hari ini adalah isi pidato Macron dan apakah unjuk rasa berlanjut pada hari kerja.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 15 · Edisi Pagi · Sen, 19 Okt 2026