Survei PPI: 65,4 persen responden puas pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, 32,5 persen tidak puas
PPI mengumumkan survei evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Minggu 18 Oktober, menurut Liputan6, Suara Merdeka, Merdeka, dan Satelit News. Sebanyak 65,4 persen responden puas, terdiri dari 58,6 persen puas dan 6,8 persen sangat puas. Sebanyak 32,5 persen tidak puas dan 2,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu. Survei dilakukan 26 September sampai 6 Oktober dengan 1.200 responden di 38 provinsi lewat tatap muka, dengan batas kesalahan sekitar 2,83 persen. Alasan puas terbanyak adalah bantuan sosial (16,7 persen), penangkapan koruptor (10,3 persen), dan Sekolah Rakyat (9,8 persen). Keluhan terbanyak adalah ekonomi sulit (11,8 persen), bantuan sosial kurang tepat (11,4 persen), dan harga pokok tinggi (10,4 persen).
Tingkat kepuasan survei dipakai pemerintah dan oposisi sebagai ukuran dukungan publik. Angka ini bergantung pada siapa yang disurvei dan bagaimana pertanyaannya disusun, sehingga satu survei tidak mewakili seluruh lembaga.
Saat melihat survei, periksa jumlah responden, tanggal lapangan, dan batas kesalahan sebelum membagikan angka. Untuk survei ini: 1.200 responden, 26 September sampai 6 Oktober, batas kesalahan sekitar 2,83 persen.
Adi Prayitno menyebut hasil ini menunjukkan program seperti bantuan sosial, Sekolah Rakyat, dan penindakan korupsi diapresiasi responden yang puas.
Keluhan responden yang tidak puas berpusat pada ekonomi, ketepatan bantuan sosial, dan harga pangan. Adi Prayitno menyatakan pemerintah perlu fokus pada soal-soal itu di tahun kedua.
Angka 65,4 persen sudah dipublikasikan oleh PPI; perbandingannya dengan lembaga lain belum ada dalam laporan yang dikutip. Yang layak dilihat adalah rincian alasan: bantuan sosial dan harga pangan muncul di kedua sisi, puas dan tidak puas.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 15 · Edisi Pagi · Sen, 19 Okt 2026