Di Jakarta, Guterres Sebut Indonesia Pilar Multilateralisme dan Apresiasi Pasukan Perdamaian RI
Antara melaporkan pada 19/10 bahwa Guterres menyebut Indonesia pilar multilateralisme dan perdamaian, mengapresiasi dukungan Indonesia pada operasi penjaga perdamaian PBB, dan mengatakan misi pasukan RI di Republik Afrika Tengah akan menentukan stabilitas di sana. Antara juga memuat pernyataannya bahwa penderitaan di Gaza harus berakhir dan mineral kritis harus menguntungkan negara berkembang. Menlu Arrmanatha Nasir menyebut multilateralisme kebutuhan dan reformasi PBB mendesak, kata Antara. Sehari sebelumnya, Guterres bertemu Prabowo di Hambalang dan bermalam di sana, menurut Antara dan detikNews. Masa jabatannya berakhir Desember 2026.
Kunjungan perpisahan seorang Sekjen PBB ke negara kontributor pasukan perdamaian besar menegaskan peran Indonesia di forum internasional saat sistem multilateral diuji konflik dan pemotongan dana.
Dampak langsungnya kecil bagi warga, tetapi sikap Indonesia soal Palestina, iklim, dan pasukan perdamaian akan membentuk posisinya di sidang PBB dan peluangnya mendapat peran lebih besar.
Sudut pemerintah: Setkab menekankan penguatan kerja sama multilateral dan komunikasi strategis antara Indonesia dan PBB.
Sudut Guterres: ia memuji Indonesia sebagai pilar perdamaian dan menyebut batik memberi pelajaran bagi multilateralisme, menurut Antara.
Terkonfirmasi: pernyataan publik Guterres dan Menlu pada 19/10. Belum dirinci: kesepakatan konkret atau komitmen baru, serta naskah lengkap pidato. Hari ini perhatikan tindak lanjut kunjungan ke pusat pelatihan pasukan perdamaian di Sentul.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 16 · Edisi Pagi · Sel, 20 Okt 2026