Pasar · Energi · Mata uang

Brent ditutup US$100,58, rupiah sekitar Rp17.899; Wall Street naik 0,58% dan emas 0,73%

Brent ditutup naik 26 sen atau sekitar 0,3% ke US$100,58 per barel pada Selasa 6 Oktober, dan WTI naik 1 sen ke US$89,44 (Kabar Bursa mengutip Reuters). Hari sebelumnya harga turun karena OPEC+ menahan produksi November dan G7 berencana melepas cadangan strategis. S&P 500 naik 0,58% ke 7.818,93 dan emas naik 0,73% ke US$4.187,1 (data penutupan pasar). Angka Brent baru ditemukan di satu media. Rupiah ditutup sekitar Rp17.899 menurut Sumbar Bisnis dan Rp17.901 menurut Databoks.

Minyak yang bertahan di sekitar US$100 menahan penurunan inflasi global dan menambah beban subsidi energi Indonesia.

BBM bersubsidi aman sampai akhir tahun menurut pemerintah, tetapi harga nonsubsidi bisa berubah bulan depan.

Pasokan Teluk yang masih terganggu menjaga harga tinggi; pelepasan cadangan G7 memberi bantalan.

Harga tinggi mendorong inflasi dan menekan negara pengimpor seperti Indonesia.

Satu hari yang datar tidak mengubah gambar: pasar menunggu kabar Hormuz dan perundingan AS-Iran. Pantau selisih Brent dan WTI sekitar US$11.

DailyDrop Edisi Indonesia No. 3 · Edisi Pagi · Rab, 7 Okt 2026

Baca halaman depan hari ini →