Cadangan devisa turun tipis ke US$146,3 miliar pada September, cukup untuk 5,3 bulan impor
Cadangan devisa akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar, turun dari US$146,5 miliar pada Agustus (Pasardana, Kontan, Investortrust, RCTI+, Industry.co.id, BCA Sekuritas). Faktor penambah: penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Faktor pengurang: pembayaran utang luar negeri pemerintah jatuh tempo dan stabilisasi rupiah. Setara 5,3 bulan impor (RCTI+ menulis 5,4), atau 5,2 bulan impor dan utang pemerintah, di atas standar sekitar tiga bulan. Akhir 2025 tercatat US$156,47 miliar dan September 2025 US$148,74 miliar.
Cadangan devisa adalah peluru bank sentral menjaga rupiah. Turun sekitar US$10 miliar sepanjang 2026 berarti sebagian sudah terpakai.
Cadangan yang masih memadai mengurangi risiko krisis kurs mendadak, tetapi tidak menjamin rupiah menguat.
Cadangan lebih dari lima bulan impor menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat meski tekanan rupiah berlanjut.
Penurunan sepanjang tahun dan intervensi yang terus berjalan menunjukkan ruang bank sentral tidak tak terbatas.
Angka kecukupan sudah baik, jadi yang layak dipantau adalah laju penurunan bulan ke bulan dan seberapa besar intervensi.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 4 · Edisi Pagi · Kam, 8 Okt 2026