KPK tangkap tangan 14 orang di BNPB, termasuk sekretaris utama; Rustian tak ditahan, dugaan penyalahgunaan dana siap pakai ditelusuri sejak 2022
KPK menggelar OTT di BNPB pada Selasa 13 Oktober dan mengamankan 14 orang (Antara, Republika, Liputan6). Barang bukti disebut berupa uang dan emas; Republika menulis Rp1,4 miliar dan emas batangan setelah judul awalnya memuat Rp14 miliar, dan angka itu belum diperkuat media kedua. Seorang deputi KPK membenarkan operasi dan menyebut gelar perkara digelar malam itu (Antara). Sekretaris utama BNPB, Rustian, termasuk yang diamankan (Republika) lalu tidak ditahan (Antara, Republika). Antara menulis KPK mendalami penyalahgunaan dana siap pakai sejak 2022, sedangkan Republika mengaitkannya dengan anggaran karhutla. BNPB menghormati proses hukum dan menyatakan layanan tetap berjalan, dan sejumlah ruangan disegel (Antara).
BNPB mengoordinasikan penanggulangan bencana nasional dan mengelola dana yang harus cair cepat. Dugaan korupsi di lembaga ini mengikis kepercayaan pada penanganan bencana, terlebih saat karhutla belum reda.
BNPB menyatakan layanan tetap berjalan, jadi dampak langsung bagi warga terdampak asap kecil. Dampak yang lebih panjang ada pada pengawasan dana bencana, yang oleh anggota DPR sudah diminta dievaluasi (Antara).
Penangkapan tangan di lembaga bencana menunjukkan pengawasan bekerja, dan Haedar Nashir berharap KPK menuntaskan pengusutan (Antara).
Mahfud MD melihat kasus ini sebagai gejala penyakit yang lebih luas (Republika). Pelepasan Rustian tanpa penahanan membuat publik menunggu penjelasan KPK soal perannya.
Dua hal yang kami tunggu dari KPK adalah daftar tersangka dan sumber dana yang diselewengkan. Sampai itu terang, bedakan fakta yang sudah kuat (14 orang diamankan, Rustian tidak ditahan) dari yang masih desas-desus (keterlibatan keluarga pimpinan BNPB). Perhatikan juga apakah DPR benar memanggil BNPB.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 11 · Edisi Pagi · Kam, 15 Okt 2026