Houthi hantam markas Saudi Aramco di Dhahran; dua WNI terluka di Riyadh sudah pulih, ratusan jemaah umrah asal Tangerang gagal berangkat
Reuters melaporkan dentuman terdengar dekat markas Saudi Aramco di Dhahran pada Selasa malam 13 Oktober, dan detikcom serta Republika menulis gedung menjadi sasaran dengan kebakaran. Pada Rabu Reuters mengutip sumber bahwa markas itu rusak parah, dan menulis Houthi bersumpah menyerang lebih banyak bandara dan fasilitas minyak Saudi. Arab Saudi menyatakan menghancurkan delapan rudal dan drone (detikcom). Kementerian Luar Negeri menyatakan dua WNI terluka di bandara Riyadh dan sudah pulih (Antara, detikcom). Ratusan jemaah umrah asal Tangerang gagal berangkat (Antara, Republika).
Arab Saudi adalah tujuan umrah terbesar bagi jemaah Indonesia dan produsen minyak utama. Serangan ke markas Aramco menambah risiko pasokan, yang oleh Reuters disebut ikut mengerek harga minyak.
Calon jemaah umrah perlu menghubungi penyelenggara soal jadwal dan pengembalian dana. Harga minyak yang naik menekan rupiah dan biaya energi.
Penundaan keberangkatan dan imbauan waspada dinilai langkah wajar demi keselamatan jemaah, termasuk seruan Majelis Ulama Singapura (Republika).
MUI meminta Arab Saudi dan Houthi menghentikan perang, dan meminta Amerika Serikat tidak memanas-manasi (Republika).
Kabar WNI berubah dalam hitungan jam, dari tidak ada korban menjadi dua terluka. Itu alasan untuk memegang kabar resmi Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah, bukan potongan di media sosial. Klaim serangan di Jeddah belum terkonfirmasi dan kami tempatkan di kolom belum terverifikasi.
DailyDrop Edisi Indonesia No. 11 · Edisi Pagi · Kam, 15 Okt 2026